Sejarah Berdirinya Persatuan Mahasiswa Kota Angin

Pada era 1980an jumlah mahasiswa yang kuliah di Surabaya yang berasal dari Kabupaten Nganjuk mulai bertambah banyak. Selaras dengan waktu yang terus berjalan, banyak calon mahasiswa yang memasuki kota Surabaya dengan bekal yang minim. Banyak diantara mereka bermodalkan nekad untuk sampai ke Surabaya dengan satu tujuan utama yakni kuliah. Perbekalan yang minim ini menyangkut finansial dan pengetahuan tentang perguruan tinggi serta letak geografis kota Surabaya.

Setiba mereka di kota Surabaya sering dijumpai calon mahasiswa yang masih buta tentang profil perguruan tinggi, profil fakultas dan jurusan yang tersebar luas di wilayah Surabaya. Memang tidak semua mengalami kesulitan. Heterogenitas latar belakang keluarga, kelas social, pengetahuan dan ekonomi calon mahasiswa sangat mempengaruhi keberadaan dan dinamika kehidupan mahasiswa. Apabila digeneralisasi maka dijumpai mayoritas dari mereka dari latar belakang yang kurang mampu dengan tekad yang kuat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dalam rangka mobilitas social. Menyongsong masa depan, ingin merubah nasib melalui pendidikan.

Sebagian besar mereka meskipun berasal dari daerah yang sama, yakni sama-sama dari kabupaten Nganjuk namun mereka tidak saling kenal. Jalinan silaturahmi dan kerjasama senasib seperjuangan belum dirajut. Mereka masih buta tentang tempat tinggal atau kost-kostan dan lingkungannya. Semuanya mengalir entah terdampar dimana. Ada yang beruntung sesuai harapan dan tidak jarang ada yang mengalami kendalla-kendala dalam menentukan tempat tinggal selama kuliah.
Pengalaman pahit yang dirasakan oleh sebagian mahasiswa asal Kabupaten Nganjuk yang tengah kuliah di Surabaya jangan sampai juga dirasakan oleh generasi mahasiswa berikutnya. Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang senasib sedarah ini diwaktu luang mereka bertemu di suatu tempat untuk saling berbagi keluh kesah dan menyampaikan curahan hati. Dari pertemuan-pertemuan weekend ini tercetus lah ide untuk mendirikan suatu organisasi yang mewadahi dan mengakomodasi kepentingan mahasiswa yang berasal dari Kabupaten Nganjuk.

Pada tanggal 28 Juni 1986 berdirilah organisasi ekstra kampus yang diberi nama PERMAKA yang dipelopori oleh: Ali Fauzan, Muchit Effendi, Binti Masruroh, Mawahib Al-Masyhady, Lilik Arliyah dan lain-lain, mereka tancap gas untuk menghidupkan organisasi ini dengan mengadakan serangkaian kegiatan sarasehan dan sosialisasi diberbagai tempat. Program kerjapun dibuat untuk menggerakkan roda organisasi yang baru didirikan. Dilaksanakan pula kaderisasi hingga akhirnya secara periodik organiasi diteruskan dari generasi ke generasi. Sesuai dengan kebutuhan daerah, berdirilah organisasi kemahasiswaan ekstra kampus dimana-mana.

Tinggalkan komentar